Showing posts with label bawang-merah. Show all posts
Showing posts with label bawang-merah. Show all posts

Varietas Bibit Bawang Merah Deptan

Jenis bibit bawang merah yang ditanam di Indonesia sebenarnya banyak varietas, tapi petani jarang sekali membedakan nama-namanya. Hampir semua jenis bawang merah disebut bawang kampung, adapun pembedaannya hanya jenis bawang goreng dan bukan. Bawang merah besar-besar tunggal dan bulat cenderung disebut bawang impor. Adapun bawang merah kampung tersebut sebenarnya terdiri dari banyak varietas, misalnya; Sembaranai, Katumi, kramat dan lain-lain. Petani bawang Berastagi misalnya, hampir menamai semua bibit bawang merah dengan bibit Haranggaol, padahal jenis itu hampir sudah tidak ada lagi, tapi karena mereka beli bibitnya di Haranggaol mereka menamai benih tersebut dengan Bibit Haranggaol.

Berikut ini ada beberapa jenis dan spesifikasi bibit bawang merah yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depertemen Pertanian Repoblik Indonesia (Balitbang Deptan):

  1. Kramat 1; Mampu menghasilkan panen hingga 25 ton/ ha. Tahan penyakit layu, tapi cukup rentan terhadapa penyakit Porri. Bentuk siung bulat, warna kulit ari kering oranye (merah kekuningan). Harga bibit bawang merah kramat 1 18 ribu per kilo, Dimana bisa beli? bisa dipesan langsung di Balitbang Deptan.  
  2. Kramat 2; Mungkin dikembangkan dari kramat 1, ketahanan penyakit hampir sama. Jenis ini mampu berproduksi hingga 22 ton per hektar. Bentuk siung lebih lonjong dari kramat 1 warna kulit ari kering lebih merah. 
  3. Katumi; Jenis yang banyak diminati petani bawang dataran rendah, bisa menghasilkan 19 ton/ Ha. Siung katumi bulat gempal, warna kulit ari kering tua merah.
  4. Kuning: Cocok ditanam di dataran sedang - tinggi, memiliki siung agak lonjong dengan produksi 21 ton / ha. Jenis bawang merah ini tahan terhadap penyakit A. Porii. 
  5. Sembarani; Memiliki ciri hampir sama dengan Katumi, potensi hasing hingga 24 ton/ Ha. Varietas ini kurang cocok terhadap musim penghujan. 

*Sumber: balitbang deptan
jenis bibit bawang deptan varietas unggul

Semua jenis bibit bawang merah yang disebutkan diatas termasuk jenis bibit unggul dan dijual di Balitbang Deptan, tentang ketersediaan coba lihat di website resminya. Biasanya untuk mendapatkan bibit tanaman dari sana harus dengan sistem pesan. Harga bibit bawang deptan semuanya Rp. 18000 / Kg. Semua jenis bibit deptan sudah banyak beredar di pasaran hanya saja harganya cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan di Deptan.

Demikian informasi tentang jenis bibit bawang merah, tentang hama dan pestisida bisa dibaca di sini dan tata cara budidaya bawang dengan mulsa di sini. Sampaikan saran dan kritik melalui form dibawah, semoga bermanfaat.

Menanam Bawang Merah di Pekarangan Rumah

Untuk tujuan pakai sendiri ataupun sebagai usaha sampingan kita bisa menanam bawang merah di pekarangan rumah. Untuk pakai sendiri bisa ditanam beberapa siung dalam pot, atau usaha sampingan dengan mengisi seluruh halaman sebagai lahan usaha tani bawang. Sebagai perbandingan dan perkiraan, produksi bawang merah dalam 1 ha sekitar 10 ton, kalau luas pekarangan rumah sekitar 100 M2 bisa dihasilkan panen sekitar 100 Kg. Harga jual bawang saat ini cenderung diatas Rp. 10.000,- / KG berarti selama 70 hari kita bisa menghasilkan 1 juta rupiah dari pekarangan. Itulah analisa sederhana usaha budidaya bawang merah di pekarangan.
menanam bawang merah pekarangan rumah

Cara tanam bawang merah di pekarangan rumah




  1. Gemburkan area pekarangan yang akan ditanami
  2. Campur tanah denga pupuk kompos/ kandang
  3. Buat bedengan dengan lebar minimal 60 Cm, dengan ketinggian minimal 20 Cm
  4. Buat lobang dengan jarak 15 cm keliling dengan kedalaman 5 cm. Untuk membuat lobang bisa menggunakan kayu bulat yang diruncingkan.
  5. Tanam bibit bawang merah hingga separuh umbi tertutup tanah
  6. Siram bedengan dengan air
  7. Pemupukan pertama bisa dilakukan pada umur 2 minggu, gunakan pupuk SP + KCL
  8. Pemupukan berikutnya minimal 2 minggu sekali.
  9. Semprot dengan zat daun + pestisida (jika ada gangguan hama)
Jenis pestisida (insectisida/ fungisida) yang digunakan harus sesuai dengan serangan hama, misalnya untuk hama lalat penggorok maka gunakan pestisida seperti Demolish 18 EC (merek dagang), membasmi ulat bawang Alcove 50 EC, dan trips bisa dibasmi dengan Indomektin 20 EC. Cara penggunaan masing-masing pestisida tertera lengkap pada label kemasan masing-masing.

Pemupukan bawang merah di pekarangan sebaiknya dengan cara cor saja, pupuk dilarutkan dalam air diamkan selama sehari semalam, baru disiramkan dekat batang bawang (+/-) 1/2 gelas akua per batang (untuk pemupukan pertama). Tujuan pupuk cor adalah untuk mempercepat penyerapan oeleh tanaman.



Itulah cara menanam bawang merah di halaman rumah secara sederhana. Hasil produksi bisa berlipat jika kita menerapkan teknologi pertanian terpadu (intensifikasi). Penerapan intensifikasi pertanian dimulai dari pemilihan bibit hingga penanganan pasca panen. Untuk tanya jawab, silahkan sampaikan melalui form mail dibawah, semoga bermanfaat.

Merek Pestisida Hama Penyakit Bawang Merah

Hama utama penyakit bawang merah adalah ulat bawang, menyerang daun, batang dan umbi. Pada budidaya sakala kecil bisa dibasmi secara manual (diambil dan dimusnahkan) tapi pada budidaya skala besar sebaiknya gunakan saja pestisida. Ada banyak sekali jenis pestisida bawang merah, tapi kita harus teliti manfaat dan cara kerja masing-masing merek dagang. Berikut ini beberapa pestisida yang sering digunakan petani bawang merah.

Pestisida untuk ulat bawang:

  • Alcove 50 EC
  • Fast 100 EC
  • Tetrin 36 EC
  • Dafat 250 EC
  • Manthene 75 SP
  • Missel 75  SP
  • Delfin WG
  • Betathrin 250 EC
  • Bissa 50 EC 
  • Buldok 25 EC

Semua merek dagang tersebut diatas bisa digunakan untuk membasi hama ulat bawang, harganya berbeda-beda ada dibawah Rp. 150.000,- ada juga diatasnya. Memang salah satu biaya produksi paling besar dalam budidaya bwang merah adalah biaya pestisida.


Pestisida untuk hama lalat penggorok daun
Lalat penggorok daun sering mewabah pada pergantian musim, lalat ini hinggap di daun bawang dan menggerogotinya, sehingga pucuk-pucuk daun akan menguning. Untuk membasmi hama lalat penggorok digunakan pestisida:

  • Demolish 18 EC
  • Indomektin 20 EC
  • Cyrrotex 75 SP
  • Trigard 75 WP

Semua merek dagang diatas mudah ditemukan di toko pupuk pertanian. Harganya beragam misalnya Demolish biasa dijual Rp. 280.000,- / botol 200 ml. Harga ini berbeda antar daerah dan kadang perbedaanya sangat jauh, penulis juga kadang heran mengapa harga produk pertanian seperti pestisida berbeda jauh antar daerah di Indonesia, padahal produk mereka harus terdaftar di Kementrian pertanian dan harus mencantumkan harga jual.



Pestisida bawang merah untuk Trips
Trips sering ditemukan pada cabe merah dan tomat, tapi hama ini juga ternyata menyerang bawang merah. Pestisida Untuk membasmi hama trips pada semua jenis tanaman adalah:

  • Indomektin 20 EC
  • Fast 100 EC
  • Padan 50 SP
  • Clobber 200 EC
  • Perkill 50 EC
  • Voltage 560 EC

Semua pestisida diatas ampuh membasi hama trips pada bawang merah, tomat dan cabe merah / rawit.

Pestisida untuk Bercak ungu
merek pestisida/ insektisida untuk bawang merah
Hampir semua petani bawang merah pernah kena penyakit bercak ungu, untuk menghilangkan bercak ungun maka harus dibasmi penyebabnya, adapun pestisida terbukti ampuh untuk bercak ungu adalah:

  • Score 
  • Amistar 250 SC
  • Amistartop 325 SC
  • Kenmura 
  • Recor 
  • Sinopest 
  • Tamicore
  • Dinasol 
  • Opus  




Itulah beberapa merek dagang pestisida yang biasa digunakan untuk membasmi hama pada bawang merah, untuk hama penyakit lainnya sialhkan hubungi author blog melalui form mail dibawanh ini, atau sampaikan melalui form komentar. Semua pestisida bawang merah diatas banyak beredar di pasaran, jadi kita tidak akan kesulitan untuk mendapatkanna. Semoga bermanfaat.

Analisa usaha budidaya bawang merah

Sebelumnya telah dituliskan analisa keuntungan budidaya cabe, tomat dan daun bawang. Konsep penulisannya akan sama pada usaha bawang merah ini. Penekanan ada pada leuas lahan, modal usaha budidaya, pendapatan, dan untung rugi. Adapun skala usaha bawang merah yang akan dianalisa adalah 3000 meter.

analisa budidaya bawang merah 3000 meter

Modal Produksi:
Item
Harga/ total biaya (Rp)
Sewa lahan 500000
Persiapan lahan
(pupuk dasar: kandang/ kompos 1 meter kubik, tepung dolomit 250 Kg) 2500000
Harga/ biaya bibit bawang merah 3000000
pupuk, obat-obatan/ pestisida 3000000
Biaya pekerja 2500000
Total 11000000

Hasil Panen: 2000 Kg (2 ton)
Pendapatan: Rp. 10.000,- x 2000 kg = Rp. 20.000.000,-
Laba/ rugi: Rp. 20.000.000 - Rp. 11.000.000 = Rp. 9.000.000,-


Asumsi:
Dengan luas 3000 meter biasanya dihasilkan produksi bawang merah diatas 1,5 ton tapi jarang sekali lebih dari 2,5 ton, jadi kita asumsikan produksi rata-rata 2000 Kg / 3000 meter persegi.
Harga jual panen bawang merah dari petani ke pengepul rata-rata Rp. 10.000,- /Kg



Kesimpulan analisa usaha budidaya bwanga merah:
Dengan luas lahan 3000 meter persegi petani panen bawang merah rata-rata 2 ton / musim tanam, dengan harga jual Rp. 10.000 / Kg petani mendapatkan laba 9 juta rupiah per periode (70 hari). Budidaya bawang merah tidak selalu untung, kadang harga jual bawang merah dari petani ke pengepul dibawah sepuluh ribu rupiah, penyebab lain kerugian adalah hasil panen yang memuaskan.

Penyebab hasil panen kurang memuaskan (secara umum); biasanya karena kesalahan dalam memilih bibit, perlu kita ketahui tidak semua bibit bawang merah yang dijual di pasaran termasuk kualitas bagus, banyak juga pedagang bibit yang curang mereka menjual bawang sayur sebagai bibit. Selain itu bisa juga disebabkan serangan hama penyakit, hama yang sering menyerang usaha bawang merah budidya adalah ulat bawang yang menyerang daun batang dan umbi, adapun penyakit yang merepotkan petani adalah penyakit layu dan kuning kerdil.

Hampir semua hama bawang merah bisa dibasmi dengan pestisida, tapi kita harus jeli memilih pestisida yang tepat. Jika salah pestisida, budidaya bawang merah alamat gagal/ rugi. Cara memilih perstisida yang tepat adalah bertanya pada petani lain yang telah pernah mengalami kasus yang sama, atau tanyakan pada petugas penyuluh pertanian setempat.



Itulah ringkasan analisa usaha budidaya bawang merah skala kecil (3000 m2). Semoga memberikan gambaran cukup bagi perencanaan kita semua, saran dan tanya jawab sampaikan melalui form mail di bawah.

Jenis Hama Penyakit Pada Bawang Merah

Ada perbedaan jenis hama pada bawang merah dengan cabe dan tomat. Bawang berumbi sedangkan tomat dan cabe berbuah di batang. Perbedaan tersebut menyebabkan jenis penyakit juga berbeda. Pada tanaman bawang-bawangn tidak akan kita temukan serangan lalat buah, karena serangga ini hanya menyerang buah saja.
jenis hama penyakit bawang merah
Hama bawang merah paling umum adalah ulat daun, meyerang (menggerogoti) daun dan umbi. Cara paling praktis membasmi hama adalah dengan pestisida. Tapi tani organi menjadi sistem budidaya terapan kita, maka tidak diperbolehkan menggunakan pestisida kimiawi. Beberapa jenis hama pada bawang merah; ulat tanah, thrips, ulat bawang (daun dan umbi), kutu daun (penggorok daun), nematoda penyerang akar, dll.



Umumnya penyakit bawang merah disebabkan bakteri, virus dan jamur. Beberapa jenis penyakit; bususk daun, busuk umbi dan leher batang, bercak ungu, layu fusarium, busuk bibit, mati pucuk, kerdil daun kuning, serangan virus mosaik, dan lain sebagainya. Kebanyakan penyakit bawang merah disebabkan oleh jamur. Oleh karena itu di daerah pertanian bawang merah, penjualan antracol sangat tinggi karena cocok untuk menghilangkan banyak penyakit pada bawang.

Serangan jamur juga bisa terjadi terhadap siung bibit bawang merah, seperti busuk putih, dimana umbi membusuk (lembek) berair dan berwarna putih. Biasanya bibit seperti ini tidak akan dijual pedagang bibit, tapi tetap saja bisa menimpa petani ketika terlalu lama membiarkan bibit tertutup dalam karung. oleh karena itu, setelah selesai membeli bibit usahakan selalu untuk mengeluarkan dari karung dan menebarkannya di lantai yang kering, hal ini untuk meminimalisir pembusukan bibit karena serangan jamur.

hampir semua jenis hama bawang merah bisa dibasmi dengan pestisida, tapi masih banyak penyakit bawang merah yang belum ditemukan obatnya. Ada juga jenis penyakit bawan (internal) dari bawang tersebut, biasanya disebut dengan penyakit genetis. Penyakit genetis sulit diobati, bahkan hampir tidak mungkin disembuhkan. Kerugian petani bawang akibat penyakit cukup besar, berdasarkan beberapa analisa usaha faktor hama penyakit harus dikalkulasikan dalam faktor resiko.



Itulah beberapa jenis hama penyakit pada bawang merah, semoga bermanfaat. Baca juga hama penyakit pada cebe di sini dan teknik budidaya bawang merah di sini. Tanya jawab disampaikan melalui form mail dibawah.

Menanam bawang merah dalam polybag

Cara menanam bawang merah dalam polybag sama saja dengan teknik tanam cabe dalam polybag atau tomat dan daun bawang. Dibutuhkan wadah, media tanam, memilih bibit, pemupukan, dan penyairaman. Adapun proses budidayanya lebih mirip dengan daun bawang dalam pot. Tujuan menanam bawang merah dalam pot atau polybag biasanya sebagai tanaman pekarangan untuk kebutuhan rumah tangga (pakai sendiri), bukan sebagai usaha komersil.
menanam dalam polybag
Menanam dalam polybag, bisa secara hodroponik dan non hidroponik. Jika kita ingin melakukannya secara hidroponik maka dibutuhkan media tanam berupa benda padat yang dapat menyerap air seperti batu apung, sabut kelapa, serbuk gergaji atau bambu dan lain sebagainya. Sedangkan secara non hidroponik gunakan tanah humus dicampur pasir sebagai media tanam bawang merah.

Syarat wadah menanam bawang merah dalam polybag.
Adapun syarat menanam dalam polybag adalah terkait ukuran dan jenis pot polybag yang digunakan. bawang merah termasuk tanaman monokotil berakar serabut. Satu rumpun bawang merah membutuhkan wadah dengan diameter minimal 10 cm untuk menampung keseluruhan akar. Kedalaman media tanam minimal 15 Cm. Artinya ukuran polybag untuk menanam bawang merah paling optimal adalah polybag 5 Kg. Wadah lain bisa juga digunakan seperti ember bekas, kaleng cat, atau panci bekas, dll.

Wadah sebaiknya dilobangi di bagian bawah agar tidak terjadi penggenangan air. Tanaman bwanga merah kurang baik bila sering terendam genangan air. Tingkat kebasahan yang diperlukan untuk menanam bawang merah hanya sekitar kecil dari 60%. Tandanya tanah terlihat lembab, tapi bila diangkat pot tidak meneteskan air.



Media tanam bawang merah dalam pot polybag.
Menanam dalam polybag non hidroponik menggunakan media tanam tanah humus dicampur batu kerikil dan pasir. Perbandignan tanah humus dengan pasir adalah 1 : 1. Bagi kita warga perkotaan mungkin akan kesulitan mendapatkan humus kualitas baik, namun tidak perlu khawatir saat ini penjual bunga juga sudah banyak yang menjual tanah humus hutan yang telah dicampur dengan pupuk kompos, harganya sekitar Rp. 10.000 / karung 50 Kg.

Memilih bibit bawang merah
Sebaiknya gunakan bibit kualits baik, ciri bibit bawang merah yang baik bisa dilihat di sini. Karena tujuan kita bukan komersil, maka bisa juga menggunakan bawang sayur sebagai bibit, hasilnya juga tidak terlalu buruk. Jika kita menggunakan bawang merah dari dapur, maka pilih siung yang terlihat tua, kulitnya arinya kering sempurna dan mengkilap, tidak kisut, juga belum bertunas.

Cara menanam bawang merah dalam polybag:

  1. Campur tanah humus dengan pasir hingga merata
  2. Masukkan kedalam polybag / pot
  3. Siram dengan air hingga kebasahan 60%, ciri basah 60% tanah terlihat basah tapi bila pot diangkat tidak ada tetesan air. 
  4. Tancapkan siung bawang merah ke media tanam hingga separuh badan bawang merah masuk dalam tanah.
  5. Tempatkan pot di tempat yang teduh, hingga bawang merah tumbuh dan berdaun sepanjang 5 Cm
  6. Pemupukan pertama dilakukan pada minggu kedua, gunakan pupuk SP + KCL, 1/2 sendok SP dan 1/2 sendok makan KCL.
  7. Pemupukan selanjutnya dilakukan 2 kali setiap 3 minggu. 
  8. Penyiraman tanaman bawang merah dilakukan setiap hari terutama bila musim kemarau. 
  9. Pengendalian hama secara manual tanpa pestisida.
  10. Panen bawang merah dalam pot bisa dilakukan di hari ke 70. 



Itulah cara menanam bawang medah secara ringkas dan mudah. Intinya silahkan coba saja dulu, nanti jika ketemu kendala anda akan memahami sendiri bagaimana sebenarnya cara menanam bawang merah yang baik khusunya skala kecil dalam polybag. Semoga bermanfat, tanya jawab sampaikan saja melalui form mail dibawah.

Cara memilih bibit bawang merah yang baik

Sebelum lebih lanjut tentang cara memilih bibit bawang merah yang baik, terlebih dahulu perlu kita ketahui tentang standar ukuran bibit. Secara umum bibit bawang merah berdasarkan ukuran dibagi menjadi tiga jenis, yakini; besar, sedang dan kecil. Ketiga jenis ukuran bibit ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang akan kita jelaskan secara singkat.
ukuran bibit bawang merah yang baik

Jenis bibit bawang merah berdasarkan ukuran (Sumarni dan Hidaya, 2005):
  1. Bibit besar: Memiliki diameter lebih dari 1.8 cm atau beratnya diatas 10 gr persiung.
  2. Bibit sedang: Diameternya antara 1,5 hingga 1,8 cm dengan bobot 5 hingga 10 gr/ siung
  3. Bibit kecil: Diameter dibawah 1,5 cm dengan berat dibawanh 5 gr/ siung.

Banyak pemula terjebak dalam memilih bibit bawang merah, mereka cenderung memilih benih berukuran besar. Jika kita memilih ukuran besar tentu saja akan membutuhkan lebih banyak modal produksi, sebab benih bawang merah diukur berdasarkan berat bukan biji (jumlah). Sebagai informasi tambahan, harga bibit jauh lebih mahal dari bawang sayur, perbandingan harga bisa 2 kali lipat. Kelebihan bibit bawang merah ukuran besar adalah; biasanya pada masa pertumbuhan akan menghasilkan banyak anakan.

Jika kita menggunakan bibit ukuran kecil maka biaya produksi bisa dihemat sedemikian rupa. Kekurangan menggunakan bibit bawang merah kecil adalah; biasanya menghasilkan sedikit anakan selama proses pertumbuhan, padahal jumlah anakan ini tentu akan mempengaruhi perolehan hasil produksi. Saat ini cukup banyak petani budidaya bawang merah skala kecil lebih memilih bibit kecil, mungkin karena keterbatasan modal. Biasanya mereka meransang pertumbuhan dengan berebagai tambahan pupuk kimia/ organik untuk lebih mengoptimalkan petambahan anakan.



Menurut saya pribadi, lebih baik memilih bibit ukuran sedang. Biasanya kami di daerah dataran tinggi Tanah Karo cenderung lebih memilih jenis bibit sedang, cukup menghemat biaya produksi dan pertambahan jumlah anakan juga cukup optimal dalam proses budidaya bawang merah.

Memilih bibit bawang merah yang baik dari segi penampakan fisik:
  • Siungnya berisi sempurna, telihat padat (tidak kisut)
  • Kering, lapisan kulit bawang terluar terlihat mengkilat
  • Belum ada yang bertunas, biasanya bibit yang bertunas di tempat penjualan bibit adalah karena udara tempat penyimpanan agak lembab, atau bisa jadi bibit tersebut pernah disemprot dengan air (untuk menambah berat).



Bibit bawang merah yang baik adalah dipanen di umur cukup tua (minimal 80 hari). Bagaimana cara mengetahui umur panen bibit yang sedang dijual? rasanya tidak ada cara lain, selain bertanya langsung pada penjualnya. Tapi jangan terlalu khawatir, sebab umumnya penjual bibit akan tetap menjaga kualitas barang dagangan mereka.

Itulah cara memilih bibit bawang merah yang baik berdasarkan pengalaman dan sari dari beberapa hasil studi penelitian IPB. Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan tentang perawatan bawang merah, cara tanam dan lain sebagainya silahkan sampaikan melalui form mail dibawah.

Cara menanam bawang merah - Skala budidaya

Cara menanam bawang merah atau budidaya skala kecil hingga besar sama saja. Bawang termasuk salah satu tanaman bumbu dengan harga cenderung stabil. Fluktuasi harga bawang merah lebih rendah daripada cabe merah kriting ataupun tomat. Itulah sebabnya banyak petani lebih menyukai menanam tanaman umbi lapis ini. Di pasaran (eceran) jarang sekali harga bawang dibawah Rp. 10.000,-/ Kg.
Cara menanam bawang merah 1
Menanam bawang merah skala kecil lebih meguntungkan bila dibandikan dengan budidaya tomat skala kecil. Hal ini karena biaya perawatan bawang merah lebih rendah. Resiko kegagalan (gagal panen) juga lebih rendah, karena hama seperti lalat buah tidak akan pernah mengganggu tanaman bawang. Berbeda halnya dengan tomat dan cabe merah, lalat buah bisa merontokkan seluruh buah yang telah siap panen ataupun masih muda.

Cara menanam bawang merah 2

Berikut ini cara budidaya menanam bawang merah:

Persiapan lahan.
Lahan disiapkan seperti kita akan menanam daun bawang, sudah pernah ditulis di sini. Tanah digemburkan dicampur dengan pupuk kompos/ kandang dan tepung dolomit bila kondisi tanah sudah kurang subur (PH terlalu tinggi/ rendah). Setelah itu tanah dibedeng dengan ketinggian 20 cm dengan lebar 60 cm / bedengan.

Biarkan tanah bedengan bawang merah selama sehari semalam. Dalam budidaya tanam bawang merah hal ini diperlukan untuk menstabilkan PH tanah. Setelah itu alirkan air melalui parit bedegan selama 3 jam. Aliran air ini berguna untuk membasahi tanah tanpa menghanyutkan unsur hara pupuk kandang yang ada di bedengan.

Menyiapkan bibit bawang merah.
Salah satu kunci keberhasilan menanam bawang merah ada pada pemilihan bibit. Belilah bibit dari sumber terpercaya, sudah cukup tua dan telah keringkan dalam waktu cukup lama. Ciri bibit bawang merah yang baik dan bagus; Ukuran sedang tidak terlalu besar ataupun kecil, siung tidak kisut, kulit luar terlihat kering dan mengkilap. Jangan membeli bibit bawang ukuran besar, karena akan memakan biaya banyak sebab harga bibit bawang jauh lebih mahal dari bawang merah itu sendiri.



Budidaya menanam bawang merah:
  • Buat lobang dengan jarak 15 cm (keliling) diatas bedengan.
  • Tanamkan bibit siung bawang merah sebanyak 1 siung per lobang.
  • Tutup dengan tanah hingga 3/4 badan siung masuh dalam tanah.
  • Jika tanah terlalu kering, setelah penanaman lakukan pengairan dengan mengalirkan air di parit bedengan minimal selama 3 jam.
Cara menanam bawang merah 3
Pengendalian hama bawang merah
Musuh utama dalam menanam bawang merah adalah ulat daun, walaupun namanya ulat daun hama ini juga menyerah umbi. Untuk mengatasi ulat daun biasa digunakan pestisida seperti decis (merek dagang). curacon dan lain sebagainya. Penggunaan pestisida mungkin saat ini menjadi pilihan paling praktis bila dibandingkan dengan menanam bawang merah organik.

Pemupukan bawang merah
Pupuk untuk bawang merah cukup kompleks, pemupukan pertama dilakukan pada umur 2 mingu sejak tanam (maksimal), ada juga petani langsung memberi pupuk pada usia 1 minggu. Jenis pupuk yang digunakan SP, NPK atau bisa juga pupuk SP + Urea + KCL. Semua jenis pupuk tersebut tersedia di toko pupuk pertanian. Adapun jumlah pupuk yang diberikan adalah SP sebanyak 300 kg/ha, KCL 100 kg/ha dan urea sebanyak 50 kg / ha (ini komposisi untuk pupuk dasar).



Cara pemupukan bawang merah, ditabur di permukaan media tanam. Cara pemupukan seperti ini termasuk cara tradisional, sebab dalam artikel ini kita menanam bawang merah tanpa mulsa. Jika kita menggunakan mulsa maka pemupukan harus dilakukan dengan cor (pupuk terlebih dahulu dilarutkan dalam air) baru disiramkan ke media tanam. Bawang merah bisa dipanen setelah umur 70 hari setelah tanam, sedangkan bawang merah untuk bibit minimal dipanen umur 80 hari.
Cara menanam bawang merah 4
Demikianlah ulasan singkat tentang cara menanam bawang merah secara umum, Terkait dengan teknis dan pertanyaan lain silahkan sampaikan melalui form email dibawah ini. Semoga tulisan singkat ini memberi manfaat untuk kita semua.